Selasa, 21 Februari 2017

Cinta Kasih untuk Peremata Tuhan (045)

CINTA KASIH UNTUK PERMATA TUHAN

Cinta Kasih itu tidak meninggalkan.
Cinta Kasih itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih itu tidak memiliki dan Termiliki.
Cinta Kasih itu tidak mengenal kehilangan. 


KALO Ego, Nafsu, Hasrat, Keinginan, Keterikatan mungkin.

Kalo ada Cinta yang bisa dimiliki dan bisa hilang atau habis itu adalah JUAL BELI atau DAGANG.
Cinta Kasih Sejati itu adalah Tuhan (Love is God).

Tuhan tidak pernah meninggalkan yang dicintainya, TAPI yang dicintainya justru sering meninggalkanNya.
BANYAK ORANG tak mampu memahami CINTA KASIH TUHAN, sehingga mereka berputus asa dan memutuskan meninggalkanNya. MEREKA yang tak mampu memahami CINTA KASIH TUHAN merasa Tuhan tidak sayang padanya.

"Kok Tuhan Menyakiti Saya, katanya Tuhan itu Penuh Kasih Sayang?"

Ini biasa kalimat yang keluar dari bibir mereka yang memiliki keterbatasan memahami CINTA KASIH TUHAN.

SEBUAH BATU KALI yang kurang bernilai UNTUK BISA meningkatkan NILAINYA maka oleh Seorang Seniman atau seseorang yang punya jiwa seni KEMUDIAN memungut Batu Kali itu untuk di Asah jadi Batu Cincin.

PROSES dilakukan mulai dari menyensor, meneliti bagian batu yang unik, yang memiliki seni, memiliki serat, memiliki teksture, yang memiliki gambar, yang memiliki warna yang menurutnya menarik dan akan menambah keunikan dan nilai dari batu itu saat sudah jadi Mata Cincin, lalu Memecah Bagian Batu itu menjadi lebih Kecil agar mudah dibentuk sesuai dengan keinginannya. 

KEMUDIAN potongan Batu itu digerinda dengan gerinda kasar untuk membentuknya sesuai ukuran dari dudukan Ring yang dimilikinya, disiram, lagi digerinda halus, diamplas kasar, diamplas halus, dikilapkan dengan serbuk intan agar memantulkan cahaya. 

KEMUDIAN naik ring, kalo ring dirasa belum cocok maka Batu yang sudah dibentuk itu WAJIB TUNGGU sampai Sang Seniman menemukan Ring yang pas. 

SAAT naik Ring, batu harus di ketok biar pas dengan pegangan ringnya, dilem agar tidak lepas. SETELAH SELESAI naik ring Siap di Pajang atau dipakai langsung. Proses inilah yang kadang tidak dipahami oleh mereka yang memiliki Bhakti/ Iman/ Keyakinan yang lemah pada Tuhan. Keyakinan kuat mereka hanya pada HASRAT & KEINGINAN Dunia Matetial, saat hasrat material terpenuhi maka keluar kalimat dari bibirnya," Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang," SAAT TIDAK TERPENUHI maka langsung NGAMBEK, muntaberak (mundur tanpa berita dan reaksi), caci maki, nyumpahin, berkata Tuhan tidak Adil, Tuhan tidak sayang, Tuhan...ah jelek pokoknya.

Jikalau Tuhan tidak sayang padamu kenapa Dia memungutmu dari kali dan dibawa kerumahNya, dibentuk, diproses jadi permataNya..?

RENUNGKANLAH ITU.

CATATAN.
Artikel ini tentang sifat Tuhan sebagai Saghuna Brahman, BUKAN Nirghuna Brahman.

PONDOK KEHENINGAN,
Selasa, 12 Oktober 2016
(c) Ki Dukuh Belog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar