EFEK JAMAN KALI (Kali Era), banyak Hewan yang CINTA KASIH UNTUK PERMATA TUHAN
Cinta Kasih itu tidak meninggalkan.
Cinta Kasih itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih itu tidak memiliki dan Termiliki.
Cinta Kasih itu tidak mengenal kehilangan.
KALO Ego, Nafsu, Hasrat, Keinginan, Keterikatan mungkin.
Kalo ada Cinta yang bisa dimiliki dan bisa hilang atau habis itu adalah JUAL BELI atau DAGANG.
Cinta Kasih Sejati itu adalah Tuhan (Love is God).
Tuhan tidak pernah meninggalkan yang dicintainya, TAPI yang dicintainya justru sering meninggalkanNya.
BANYAK ORANG tak mampu memahami CINTA KASIH TUHAN, sehingga mereka
berputus asa dan memutuskan meninggalkanNya. MEREKA yang tak mampu
memahami CINTA KASIH TUHAN merasa Tuhan tidak sayang padanya.
"Kok Tuhan Menyakiti Saya, katanya Tuhan itu Penuh Kasih Sayang?"
Ini biasa kalimat yang keluar dari bibir mereka yang memiliki keterbatasan memahami CINTA KASIH TUHAN.
SEBUAH BATU KALI yang kurang bernilai UNTUK BISA meningkatkan NILAINYA
maka oleh Seorang Seniman atau seseorang yang punya jiwa seni KEMUDIAN
memungut Batu Kali itu untuk di Asah jadi Batu Cincin.
PROSES
dilakukan mulai dari menyensor, meneliti bagian batu yang unik, yang
memiliki seni, memiliki serat, memiliki teksture, yang memiliki gambar,
yang memiliki warna yang menurutnya menarik dan akan menambah keunikan
dan nilai dari batu itu saat sudah jadi Mata Cincin, lalu Memecah Bagian
Batu itu menjadi lebih Kecil agar mudah dibentuk sesuai dengan
keinginannya. KEMUDIAN potongan Batu itu digerinda dengan gerinda kasar
untuk membentuknya sesuai ukuran dari dudukan Ring yang dimilikinya,
disiram, lagi digerinda halus, diamplas kasar, diamplas halus,
dikilapkan dengan serbuk intan agar memantulkan cahaya. KEMUDIAN naik
ring, kalo ring dirasa belum cocok maka Batu yang sudah dibentuk itu
WAJIB TUNGGU sampai Sang Seniman menemukan Ring yang pas. SAAT naik
Ring, batu harus di ketok biar pas dengan pegangan ringnya, dilem agar
tidak lepas. SETELAH SELESAI naik ring Siap di Pajang atau dipakai
langsung. Proses inilah yang kadang tidak dipahami oleh mereka yang
memiliki Bhakti/ Iman/ Keyakinan yang lemah pada Tuhan. Keyakinan kuat
mereka hanya pada HASRAT & KEINGINAN Dunia Matetial, saat hasrat
material terpenuhi maka keluar kalimat dari bibirnya," Tuhan Maha Besar,
Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang," SAAT TIDAK TERPENUHI maka
langsung NGAMBEK, muntaberak (mundur tanpa berita dan reaksi), caci
maki, nyumpahin, berkata Tuhan tidak Adil, Tuhan tidak sayang,
Tuhan...ah jelek pokoknya.[
Jikalau Tuhan tidak sayang padamu kenapa Dia memungutmu dari kali dan dibawa kerumahNya, dibentuk, diproses jadi permataNya..?
RENUNGKANLAH ITU.
CATATAN.
Artikel ini tentang sifat Tuhan sebagai Saghuna Brahman, BUKAN Nirghuna Brahman.
PONDOK KEHENINGAN,
Selasa, 12 Oktober 2016
(c) Ki Dukuh Belog
www.facebook.com/groups/kata2inspiratifterlahir
jadi Manusia dan Tentu Sifat Hewan dibawa serta. Hewan hanya dibekali
Bayu (tenaga) dan Sabda (ucapan/suara), TANPA Idep (pikiran). Keadaan
yang seperti ini didalam Kehidupan Manusia disebut AWIDYA (kegelapan).
KENAPA HEWAN banyak terlahir jadi MANUSIA? Dan KENAPA lebih banyak di
BALI? Membantai HEWAN, Menghilangkan Hak Hidup HEWAN, Mendalihkan Hewan
Persembahan Hewan akan meningkatkan Harkat Sang Hewan menjadi MAHLUK
yang lebih Tinggi berdasarkan LONTAR A LONTAR B, Mendalihkan HEWAN
sebagai mahluk makanan MANUSIA, Mendalihkan Hewan.....
SAAT INI
perut Ibu Pertiwi BALI sedang keracunan PERLU dilakukan DETOXIFIKASI
atau CLEANING atas RACUN yang memenuhinya. JIKA TIDAK maka Rongga Perut
Ibu Pertiwi Bali yang KERACUNAN akan menyebabkan banyak ORGAN nya
menjadi RUSAK dan akhirnya Terjadi PEMBUSUKAN oleh Waktu.
Ibu Pertiwi BALI sedang meringis menahan perih KARENA Perutnya banyak mengandung RACUN..
Apa SOLUSINYA? Apa Lontar Sengara Bhumi perlu dibuka, lalu gelar
upacara Pemayuh Bhumi di Bali, DAN ATAU Kita Kurangi atau dihentikan
PEMBANTAIAN atau PERSEMBAHAN HEWAN (hak hidup ) sebagai UPAKARA dengan
DALIH Yadnya itu?
JIKA kita tidak mulai MEMAHAMI efek Racun dalam
PERUT Ibu Pertiwi Bali bagi kelangsungan Hidup dari Kehidupan Bali MAKA
Bali pun akan HANCUR karena SIFAT SIFAT HEWANI lebih MENDOMINASI
manusia, BISA jadi JUSTRU HEWAN lebih MANUSIAWI daripada MANUSIA itu
sendiri.
Mari kita RENUNGKAN, KONSEPKAN, PUTUSKAN lalu ACTIONKAN.
Mari kita BELAJAR, MENYIMAK, MEMAHAMI, lalu SELARASKAN
Pikiran/Hati, Ucapan dan Tindakan MULAI dari Diri Sendiri.
Mari kita MENGGALI, MENYELAM lalu MENDALAMI hakekat hidup sebagai CIPTAANNYA.
UCAPAN adalah DOA atau AFIRMASI yang kalo terakumulasi terus menerus dapat terjadi.
> Hendaklah tidak menyalahkan diri sendiri;
> Hendaklah tidak mengumpat, mencaci maki, menyumpahi, mengutuk,
mengeluarkan kata2 kotor HANYA untuk menyikapi peristiwa yang terjadi;
> Hendaklah ELING lan WASPADA senantiasa, BERSERAHLAH kepada HYANG MAHA PENCIPTA.
> Hendaklah kita menyadari bahwa pada Hakekatnya kita HANYA Wayang dan Hyang Maha Kuasa sebagai DALANGNYA.
" MEINAHI KHARATAH, HAREEHI KHARATAH KHEVALAM (bukan kita pelakunya tapi HARI (Tuhan) Pekakunya"
Salam Rahayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar