Selasa, 21 Februari 2017

Efek Jaman Kali (068)

EFEK JAMAN KALI (Kali Era), banyak Hewan yang CINTA KASIH UNTUK PERMATA TUHAN
Cinta Kasih itu tidak meninggalkan.
Cinta Kasih itu tidak menyakiti.
Cinta Kasih itu tidak memiliki dan Termiliki.
Cinta Kasih itu tidak mengenal kehilangan.
KALO Ego, Nafsu, Hasrat, Keinginan, Keterikatan mungkin.
Kalo ada Cinta yang bisa dimiliki dan bisa hilang atau habis itu adalah JUAL BELI atau DAGANG.
Cinta Kasih Sejati itu adalah Tuhan (Love is God).
Tuhan tidak pernah meninggalkan yang dicintainya, TAPI yang dicintainya justru sering meninggalkanNya.
BANYAK ORANG tak mampu memahami CINTA KASIH TUHAN, sehingga mereka berputus asa dan memutuskan meninggalkanNya. MEREKA yang tak mampu memahami CINTA KASIH TUHAN merasa Tuhan tidak sayang padanya.
"Kok Tuhan Menyakiti Saya, katanya Tuhan itu Penuh Kasih Sayang?"
Ini biasa kalimat yang keluar dari bibir mereka yang memiliki keterbatasan memahami CINTA KASIH TUHAN.
SEBUAH BATU KALI yang kurang bernilai UNTUK BISA meningkatkan NILAINYA maka oleh Seorang Seniman atau seseorang yang punya jiwa seni KEMUDIAN memungut Batu Kali itu untuk di Asah jadi Batu Cincin.
PROSES dilakukan mulai dari menyensor, meneliti bagian batu yang unik, yang memiliki seni, memiliki serat, memiliki teksture, yang memiliki gambar, yang memiliki warna yang menurutnya menarik dan akan menambah keunikan dan nilai dari batu itu saat sudah jadi Mata Cincin, lalu Memecah Bagian Batu itu menjadi lebih Kecil agar mudah dibentuk sesuai dengan keinginannya. KEMUDIAN potongan Batu itu digerinda dengan gerinda kasar untuk membentuknya sesuai ukuran dari dudukan Ring yang dimilikinya, disiram, lagi digerinda halus, diamplas kasar, diamplas halus, dikilapkan dengan serbuk intan agar memantulkan cahaya. KEMUDIAN naik ring, kalo ring dirasa belum cocok maka Batu yang sudah dibentuk itu WAJIB TUNGGU sampai Sang Seniman menemukan Ring yang pas. SAAT naik Ring, batu harus di ketok biar pas dengan pegangan ringnya, dilem agar tidak lepas. SETELAH SELESAI naik ring Siap di Pajang atau dipakai langsung. Proses inilah yang kadang tidak dipahami oleh mereka yang memiliki Bhakti/ Iman/ Keyakinan yang lemah pada Tuhan. Keyakinan kuat mereka hanya pada HASRAT & KEINGINAN Dunia Matetial, saat hasrat material terpenuhi maka keluar kalimat dari bibirnya," Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang," SAAT TIDAK TERPENUHI maka langsung NGAMBEK, muntaberak (mundur tanpa berita dan reaksi), caci maki, nyumpahin, berkata Tuhan tidak Adil, Tuhan tidak sayang, Tuhan...ah jelek pokoknya.[
Jikalau Tuhan tidak sayang padamu kenapa Dia memungutmu dari kali dan dibawa kerumahNya, dibentuk, diproses jadi permataNya..?
RENUNGKANLAH ITU.
CATATAN.
Artikel ini tentang sifat Tuhan sebagai Saghuna Brahman, BUKAN Nirghuna Brahman.
PONDOK KEHENINGAN,
Selasa, 12 Oktober 2016
(c) Ki Dukuh Belog
www.facebook.com/groups/kata2inspiratifterlahir jadi Manusia dan Tentu Sifat Hewan dibawa serta. Hewan hanya dibekali Bayu (tenaga) dan Sabda (ucapan/suara), TANPA Idep (pikiran). Keadaan yang seperti ini didalam Kehidupan Manusia disebut AWIDYA (kegelapan).
KENAPA HEWAN banyak terlahir jadi MANUSIA? Dan KENAPA lebih banyak di BALI? Membantai HEWAN, Menghilangkan Hak Hidup HEWAN, Mendalihkan Hewan Persembahan Hewan akan meningkatkan Harkat Sang Hewan menjadi MAHLUK yang lebih Tinggi berdasarkan LONTAR A LONTAR B, Mendalihkan HEWAN sebagai mahluk makanan MANUSIA, Mendalihkan Hewan.....
SAAT INI perut Ibu Pertiwi BALI sedang keracunan PERLU dilakukan DETOXIFIKASI atau CLEANING atas RACUN yang memenuhinya. JIKA TIDAK maka Rongga Perut Ibu Pertiwi Bali yang KERACUNAN akan menyebabkan banyak ORGAN nya menjadi RUSAK dan akhirnya Terjadi PEMBUSUKAN oleh Waktu.
Ibu Pertiwi BALI sedang meringis menahan perih KARENA Perutnya banyak mengandung RACUN..
Apa SOLUSINYA? Apa Lontar Sengara Bhumi perlu dibuka, lalu gelar upacara Pemayuh Bhumi di Bali, DAN ATAU Kita Kurangi atau dihentikan PEMBANTAIAN atau PERSEMBAHAN HEWAN (hak hidup ) sebagai UPAKARA dengan DALIH Yadnya itu?
JIKA kita tidak mulai MEMAHAMI efek Racun dalam PERUT Ibu Pertiwi Bali bagi kelangsungan Hidup dari Kehidupan Bali MAKA Bali pun akan HANCUR karena SIFAT SIFAT HEWANI lebih MENDOMINASI manusia, BISA jadi JUSTRU HEWAN lebih MANUSIAWI daripada MANUSIA itu sendiri.
Mari kita RENUNGKAN, KONSEPKAN, PUTUSKAN lalu ACTIONKAN.
Mari kita BELAJAR, MENYIMAK, MEMAHAMI, lalu SELARASKAN
Pikiran/Hati, Ucapan dan Tindakan MULAI dari Diri Sendiri.
Mari kita MENGGALI, MENYELAM lalu MENDALAMI hakekat hidup sebagai CIPTAANNYA.
UCAPAN adalah DOA atau AFIRMASI yang kalo terakumulasi terus menerus dapat terjadi.
> Hendaklah tidak menyalahkan diri sendiri;
> Hendaklah tidak mengumpat, mencaci maki, menyumpahi, mengutuk, mengeluarkan kata2 kotor HANYA untuk menyikapi peristiwa yang terjadi;
> Hendaklah ELING lan WASPADA senantiasa, BERSERAHLAH kepada HYANG MAHA PENCIPTA.
> Hendaklah kita menyadari bahwa pada Hakekatnya kita HANYA Wayang dan Hyang Maha Kuasa sebagai DALANGNYA.
" MEINAHI KHARATAH, HAREEHI KHARATAH KHEVALAM (bukan kita pelakunya tapi HARI (Tuhan) Pekakunya"
Salam Rahayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar