Artinya : Tuhan hanya Satu, Orang-orang Bijaksana yang Menyebutnya dengan Banyak Nama (Sebutan).
INI PENJELASANNYA :
Mantra dari Ṛg Veda di atas memastikan bahwa Kebenaran Sejati yang
tidak terbantahkan, yaitu Tuhan Yang Maha Esa adalah Satu adanya. Tidak
dua, dan juga tidak banyak. Tentu saja karena Tuhan bersifat Maha Kuasa,
Beliau bisa melakukan apa saja, termasuk menjadikan diriNya banyak
tidak terbatas. Akan tetapi, sejatiNya Tuhan hanyalah Satu.
Ditegaskan " Ekaṁ Sat ", bahwa " Sat " atau Kebenaran Sejati itu adalah
Satu dan hanyalah Satu. Namun, " viprāḥ " (orang-orang suci bijaksana)
menyebutkan " bhahuda vadhanti " (yang Satu dengan Nama yang banyak).
Sesungguhnya, jika orang jeli, puja Tri Sandhyā Bait II sangat jelas
menyebutkan “nārāyaṇa na dvitῑyo’sti kaścit” – Tuhan Yang Maha Esa itu
tidak dua adaNya. Tuhan hanya Satu. Penyebutan kemuliaanNya yang tiada
batas menyebabkan sebutan untuk Yang Satu tersebut dengan banyak Nama.
Sekitar tahun 1980-an, penulis ada membeli sebuah buku berjudul “99
Names of Allah”.
Pada buku itu disebutkan Tuhan itu satu tetapi sifat dan kemuliaanNya disebut dengan 99 jenis Nama Suci. Memang, semua pustaka suci berbicara yang sama, hanya pembaca pustaka suci yang tidak sucilah yang “membaca” dalam berbagai “kendala”.
Para pembaca kitab suci yang bermasalah dan bukan kitab sucinya.
Berikut barangkali cara sederhana memahami Yang Banyak itu sesungguhnya
adalah Yang Satu dan Yang Sama. Di rumah kita mempunya kulkas, alat
setrikaan, televisi, magic jar atau rice cooker, komputer, AC., kipas
angin, dan lain-lain yang memerlukan listrik. Kita mengerti bahwa
listrik itu satu adanya tetapi mengalir dan ada di tempat yang berbeda.
Demikian pula, Tuhan itu satu tetapi berada di mana-mana (sarva-vyāpi-vyāpaka).
Kebenaran Sejati (Tuhan YME) tidak pernah bisa diterjemahkan oleh
kecerdasan manusia paling cerdas sekali pun. Pustaka suci tidak menipu.
Tuhan Satu artinya Tuhan hanya Satu.
Dan itulah yang diajarkan oleh Veda, dan itulah ajaran agama Hindu yang berdasarkan ajaran suci Veda, bahwa kapan pun Tuhan orang Hindu akan tetap Satu adaNya, tidak pernah dua (advitῑyam) dan tidak pernah banyak.
Pondok Keheningan
02 September 2016
Ki Dukuh Belog dan Prabu Darmayasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar