Selasa, 21 Februari 2017

Lahir Sebagai Manusia adalah Keberuntungan (074)

KELAHIRAN SEBAGAI MANUSIA ADALAH KEBERUNTUNGAN (066)
KEBODOHAN adalah sifat khas dari PASU (hewan). Pasu adalah dia yang dapat melihat (pasyath ithi pasuh). Dengan kata lain, Pasu adalah dia yang memiliki pandangan keluar dan menerima apa yang dilihatnya secara LAHIRLAH.
Pandangan BATINIAH akan membawa dia menuju PASUPATHI (penguasa semua mahluk hidup) yakni Hyang Maha Kuasa.
Mereka yang belum mampu menguasai inderanya adalah PASU (hewan).
PASU terlahir dengan sifat-sifat yang membahayakan.
Betapapun keras nya upaya mereka untuk menghilangkan sifat-sifat yang membahayakan itu tidak dapat berubah dengan segera.
PASU tidak dapat membebaskan diri dengan cepat dari sifat-sifat tersebut Mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami makna nasehat yang diberikan.
Bagi semua mahluk hidup, Kelahiran sebagai manusia adalah Keberuntungan. Jadi syukurilah dan pertahankan dengan senantiasa menyelaraskan antara Pikiran yang Baik, Perkataan yang Baik dan Tindakan yang Baik.
Diantara semua mahluk hidup, menjadi manusia yang paling beruntung dan paling suci, oleh karena sifat-sifat pembawaannya dapat DIUBAH menjadi lebih baik dan luhur.
Mahluk yang lahir sebagai PASU (hewan) dengan usaha dan latihan yang keras dan terus menerus dapat meningkat menjadi PASUPATHI (penguasa segala mahluk).
Di jaman sekarang sedikit sekali manusia sebagai mahluk yang paling beruntung menyadari kelahiran nya sebagai manusia, dan senantiasa memanjatkan rasa syukur atas karuniaNya.
Justru melakukan tindakan-tindakan sebaliknya yakni menimbulkan keresahan dikalangan manusia lainnya, dan menghadirkan rasa tidak nyaman, aman dan ketakutan dimana-mana.
Manusia yang demikian itu masih didominasi sifat-sifat hewani sehingga pada kelahiran berikutnya dia akan kembali menjadi hewan.
Jadi mari kita syukuri kelahiran kita sebagai manusia, karena tinggal selangkah lagi kita bisa mencapai Keilahian (sifat keagungan Dewata) dan akhirnya menjadi Dewata (menyatu denganNya).
Rabu, 3 Agustus 2016
PONDOK KEHENINGAN
(c) Ki Belog Ngodog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar