Selasa, 21 Februari 2017

Mengapa Kadang Tuhan Memberi Jawaban Yang Berbeda (001)

MENGAPA "TUHAN" KADANG MEMBERI JAWABAN YANG BERBEDA DARI KEINGINANMU DALAM DOA?
INI JAWABANNYA :
MBAH INEM (55 th) adalah seorang Pedagang Tipat Keliling ... Setiap hari Mbah Inem menjual dagangannya keliling Kota. Untuk sampai ke Kota, ia harus naik angkot langganannya. Dia tinggal di sebuah rumah sederhana yang lebih mirip gubuk karena bangunan lebih banyak menggunakan Kayu dan Beratapkan Daun Nyiur (apilan). Dia tinggal hanya dengan Dua orang cucunya yang masih sekolah, Budi (17th) SMA dan Adiknya Nuri (15 th) SMP, yang yatim piatu karena Anak & Menantunya, Ayah dan Ibu dari kedua cucunya itu mengalami kecelakaan 10 tahun yang lalu.
Untuk sampai ke jalan raya, Mbah Inem harus melewati pematang sawah. Karena rumahnya dipersawahan. Setiap hari Mbah Inem selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris. Sebelum berangkat Mbah Inem berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dan dagangannya selalu laris manis...
Suatu hari, ketika Mbah Inem melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba Mbah Inem terpeleset kecemplung sawah bersama dagangannya...Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung! Mbah Inem pun mengeluh pada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa Mbah Inem diberi cobaan seperti ini? Padahal selalu berdoa setiap hari.
Akhirnya Mbah Inem pun memutuskan untuk pulang tidak jadi berdagang, sambil ngedumel menyalahkan Tuhan atas musibah yang dialami.
Kemudian beberapa jam kemudian Mbah Inem mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari dinaiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya Mbah Inem satu-satunya calon penumpang yang selamat, "gara- gara" tipatnya jatuh ke sawah, sehingga Mbah Inem tidak jadi berdagang dan membawa pulang dagangannya yang sudah remek tadi, dan diputuskan untuk dibuang saja, kemudian membungkusnya dengan Kresek dan menaruhnya disudut rumah.
Esok harinya sebelum Mbah Inem berangkat berdagang ke kota, ada seorang PETERNAK BABI mencarinya dan hendak membeli tipat yang sudah tidak layak atau sisa yang basi untuk makanan BABI namun anehnya peternak BABI itu mencari tipat/ nasi yang rusak/hancur karena hanya untuk campuran makanan BABI saja..spontan Mbak Inem itu nangis bahagia karena tipatnya yang remek dan siap dibuang itu dibeli semua oleh peternak BABI itu..
Sahabat/Dulurku...Doamu yang setiap hari tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, sesuai keinginanmu, tapi terkadang diganti oleh Tuhan dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang diminta (sesuai kebutuhan).
Tuhan Maha mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri. Karena itu, janganlah menggerutu, mengeluh, JANGAN PERNAH BERHENTI BERDOA, menyalahkan orang lain dan Tuhan, BAHKAN mengutuk! "Boleh jadi kamu membenci seseorang, padahal DIA amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ITU amat buruk bagimu. Tuhan Maha mengetahui, sedang manusia tidak”.
“Jika Tuhan TIDAK menjawab doamu sesuai keinginanmu, karena Tuhan TENGAH menguatkan bhakti/ keyakinanmu (imanmu). Jika Tuhan menundanya, TUHAN sedang meneguhkan kesabaranmu. Jika Tuhan tidak menjawab doamu sesuai harapanmu, Karena Tuhan sedang mempersiapkan Anugrah yang terbaik untukmu.” —
ANNANYAS CINTHAYANTO MAM,
YE JANNAH PARYUPHASATHEE,
THESSA NITHYA BHYUKTHANAAM,
YOGHAKHSEMAM VAHAMI AHAM
Senantiasalah Berpikir/ Berdoa Hanya padaKU,
Senantiasalah Melangkah Sesuai KehendakKU,
Apapun yang Engkau Butuhkan pasti KU Penuhi,
Apapun yang Engkau Miliki Pasti KU Lindungi.
Bhagavad Geetha IX.22.
PONDOK KEHENINGAN, 31 Desember 2014
(c) Ki Belog Ngodog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar