Kedekatan diri
manusia secara pribadi dengan Tuhan dapat mengangkat derajat manusia
(manawa) ke taraf ketuhanan/ ilahi (madawa), tetapi banyak yang tidak
mengerti hal ini dan menyia-nyiakan hidupnya. Kasih Tuhan ada dalam diri
setiap orang, bahkan disetiap mahluk ciptaan Tuhan yang lain. Namun
pada diri manusia, manusia cendrung mengarahkan Kasih Tuhan itu pada
tujuan yang mementingkan diri sendiri (egoisme), kasih itu justru menjadi kelekatan yang mengikat manusia itu sendiri.
Tubuh, anggota badan, indera, pikiran, kehendak dan ego hanyalah alat
yang melengkapi batin manusia, dan semuanya itu baru berguna bagi
manusia itu sendiri jika diarahkan untuk tujuan mencapai kedamaian.
Proses ini hanya dapat dicapai oleh manusia yang menumbuhkembangkan
Kasih Tuhan dalam dirinya. Kasih Tuhan hanya dapat tumbuh dan berkembang
pada manusia yang mampu membiasakan melakukan sesuatu TANPA PAMRIH
(tulus ikhlas), yang selalu memberi dan nyaris tidak pernah menerima.
SEDANGKAN Kasih duniawi (dunia material) cendrung menerima dan
melupakan.
Manusia yang menumbuhkembangkan Kasih Tuhan/ Ilahi
(madawa) akan senantiasa memiliki Keselarasan dalam Pikiran, Perkataan
dan Perbuatan. Agar senantiasa mencapai Keselarasan dalam Hidup maka
senantiasalah UCAPKAN KEBENARAN (sathyam wadham) dan LAKUKAN KEBAJIKAN
(dharmam dharma).
PONDOK KEHENINGAN
@ Ki Dukuh Belog
10112016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar