"Meninggalkan" dan
"Melepaskan" memiliki makna yang berbeda. Meninggalkan berkonotasi pada "
Kenyamanan " yang akan senantiasa mengikat dengan " kenangan " yang
membuat seseorang tak mampu melupakan yang ditinggalkan. Kata "
melepaskan " itu arti membebaskan dan pastinya ada " keikhlasan " dan
tidak akan ada yang diingat.
MEREKA yang mengaku spiritual/ agamis namun masih mengenang sesuatu maka yang bersangkutan TAK PERNAH melangkah lebih
tinggi dijalan yang disebut spiritual, dan jalan dengan waktu yang
telah dia lewati hanya sebatas fashion dan senang-senang saja.
BERHATI-HATILAH memahami sesuatu, jaga keselarasan antara pikiran,
ucapan dan tindakan, karena HANYA DENGAN CARA INI kita disebut PELAKU
SPIRITUAL / AGAMIS SEJATI (Mahatmanam = MANUSIA UTAMA), MEREKA yang
tidak menjaga keselarasan antara pikiran, ucapan dan tindakan adalah
Orang yang hanya BERPURA-PURA (Duratmanam = PENIPU).
12 02 2017
(c) Ki Dukuh Belog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar