Selasa, 21 Februari 2017

Moralitas Tanpa Agama Lebih Baik daripada Agama Tanpa Moralitas (022)

MORALITAS TANPA AGAMA LEBIH BAIK DARIPADA AGAMA TANPA MORALITAS

KEBENARAN yang dinyatakan oleh seluruh Agama adalah Satu dan Sama. Tujuan akhir seluruh Agama adalah sama. Objek utama Agama adalah menyembuhkan manusia dari KEBODOHAN dan menjadikannya Manusia Sejati. Demikian pula Agama bertujuan untuk mengembangkan Kelakuan Bajik dengan mengubah sikap mental manusia. Agama berurusan untuk menumbuhkan pada manusia iman (bhakti/ keyakinan) pada Tuhan, disamping kesibukan akan keperluan tubuh. 

Bagi semua agama dasarnya adalah moralitas. Jika moralitas mundur maka kemanusiaan juga mundur bersama dengan pudarnya agama.

Moralitas adalah dasar kelakuan yang benar apakah itu negara, masyarakat atau pribadi dasar segalanya adalah moralitas. 

Jika tak ada moralitas, kesemuanya akan hancur. Seluruh kemakmuran dan kebahagiaan berdasar pada kekuatan moral. Adalah untuk menyadarkan manusia nilai hidup beretika maka Agama berwujud.
Agama bertujuan mengembangkan keselarasan tubuh, kecerdasan dan pikiran melalui kelakuan bajik. Kelakuan bajik dalam keseluruhannya mengembangkan moralitas. Dengan kata lain dikenal sebagai Dharma (kebajikan). 

Dharma juga berarti apa yang menyenangkan (priyam). Juga berkenaan dengan apa yang benar-benar BERNILAI dalam hidup. Jika orang menempuh hidup yang dipimpin oleh nilai-nilai moral, ia mencapai hal yang paling berharga termasuk reputasi. Kemashyuran dan Kemakmuran. 

Objek materi itu bernilai, TAPI Dharma (kebajikan) adalah TAK TERNILAI. Tiada harga yang dapat diberikan padanya.

DHARMA DAN NILAI KEMANUSIAAN.
Dharma juga dikenal sebagai Moralitas (methi). Agama diadakan untuk membantu manusia mengembangkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan KASIH SAYANG. 

Para orang suci jaman dahulumeleyaksn aturan-aturan dan ajaran tertentu sesuai dengan Situasi, Tempat dan Waktu negaranya. Ini dimaksudkan untuk membantu perkembangan Nilai Kemanusiaan, dan berdasarkan pada Kitab Suci dan Wedha. Tiada ada yang dapat menentukan tanggal, tempat dan pengarang yang tepat dari peraturan-peraturan ini. 

Para orang suci percaya baja disiplin ini mendatangkan perkembangan sifat-sifat manusiawi yang tertinggi dan secara ilahi ditakdirkan untuk menolong Umat Manusia. Dengan mengalirnya waktu dan karena kegemaran para orang suci yang berbeda, peraturan-peraturan ini dibagi menjadi cabang-cabang (saakhaa) dan sub-sub cabang (upasaakhaa) dengan nama para orang suci yang bersangkutan dicantumkan disitu. Nama-nama seperti Maharsi Wasishta, Maharsi Gauthama, Maharsi Paraasara, Brahmarshi Wiswamitra, lalu dihubungkan dengan cabang-cabang ini (saakhaa). 

Semua itu direncanakan untuk mengembangkan kesejahteraan sosial. Tak seorang pun dapat menentukan tanggal atau nama pendiri Agama Hindu. Pancaran Sumber Segala Sekte adalah Veda (samudra pengetahuan suci).

PONDOK KEHENINGAN
@ Ki Dukuh Belog
23 11 20 16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar