KEBENARAN yang dinyatakan oleh seluruh Agama adalah Satu dan Sama.
Tujuan akhir seluruh Agama adalah sama. Objek utama Agama adalah
menyembuhkan manusia dari KEBODOHAN dan menjadikannya Manusia Sejati.
Demikian pula Agama bertujuan untuk mengembangkan Kelakuan Bajik dengan
mengubah sikap mental manusia. Agama berurusan untuk menumbuhkan pada
manusia iman (bhakti/ keyakinan) pada Tuhan, disamping kesibukan akan keperluan tubuh.
Bagi semua agama dasarnya adalah moralitas. Jika moralitas mundur maka kemanusiaan juga mundur bersama dengan pudarnya agama.
Moralitas adalah dasar kelakuan yang benar apakah itu negara, masyarakat atau pribadi dasar segalanya adalah moralitas.
Jika tak ada moralitas, kesemuanya akan hancur. Seluruh kemakmuran dan
kebahagiaan berdasar pada kekuatan moral. Adalah untuk menyadarkan
manusia nilai hidup beretika maka Agama berwujud.
Agama bertujuan
mengembangkan keselarasan tubuh, kecerdasan dan pikiran melalui
kelakuan bajik. Kelakuan bajik dalam keseluruhannya mengembangkan
moralitas. Dengan kata lain dikenal sebagai Dharma (kebajikan).
Dharma juga berarti apa yang menyenangkan (priyam). Juga berkenaan
dengan apa yang benar-benar BERNILAI dalam hidup. Jika orang menempuh
hidup yang dipimpin oleh nilai-nilai moral, ia mencapai hal yang paling
berharga termasuk reputasi. Kemashyuran dan Kemakmuran.
Objek materi itu bernilai, TAPI Dharma (kebajikan) adalah TAK TERNILAI. Tiada harga yang dapat diberikan padanya.
DHARMA DAN NILAI KEMANUSIAAN.
Dharma juga dikenal sebagai Moralitas (methi). Agama diadakan untuk membantu manusia mengembangkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan KASIH SAYANG.
Dharma juga dikenal sebagai Moralitas (methi). Agama diadakan untuk membantu manusia mengembangkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan KASIH SAYANG.
Para orang suci jaman dahulumeleyaksn
aturan-aturan dan ajaran tertentu sesuai dengan Situasi, Tempat dan
Waktu negaranya. Ini dimaksudkan untuk membantu perkembangan Nilai
Kemanusiaan, dan berdasarkan pada Kitab Suci dan Wedha. Tiada ada yang
dapat menentukan tanggal, tempat dan pengarang yang tepat dari
peraturan-peraturan ini.
Para orang suci percaya baja disiplin
ini mendatangkan perkembangan sifat-sifat manusiawi yang tertinggi dan
secara ilahi ditakdirkan untuk menolong Umat Manusia. Dengan mengalirnya
waktu dan karena kegemaran para orang suci yang berbeda,
peraturan-peraturan ini dibagi menjadi cabang-cabang (saakhaa) dan
sub-sub cabang (upasaakhaa) dengan nama para orang suci yang
bersangkutan dicantumkan disitu. Nama-nama seperti Maharsi Wasishta,
Maharsi Gauthama, Maharsi Paraasara, Brahmarshi Wiswamitra, lalu
dihubungkan dengan cabang-cabang ini (saakhaa).
Semua itu
direncanakan untuk mengembangkan kesejahteraan sosial. Tak seorang pun
dapat menentukan tanggal atau nama pendiri Agama Hindu. Pancaran Sumber
Segala Sekte adalah Veda (samudra pengetahuan suci).
PONDOK KEHENINGAN
@ Ki Dukuh Belog
23 11 20 16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar