PELAJAR itu kegiatannya Belajar dan yang Belajar itu sudah pasti disebut Pelajar. Mereka yang Belajar akan SENANTIASA :
(1) Menerima Pelajaran,
(2) Mendengar Pengajaran atas Materi Pembelajaran, dan
(3) Bertindak/ Melatih/ Mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
Siapa PELAJAR dan Siapa SANG PENGAJAR (GURU SEJATI), Mungkin karena HAL
ini yang kurang jelas sehingga banyak orang yang sesungguhnya masih
dikategorikan Pelajar justru Bertingkah layaknya Sang Pengajar.
SANG PENGAJAR (GURU SEJATI) yang sesungguhnya tidak lain dan tidak bukan
adalah Dia Hyang Maha Sempurna, Dia Hyang Maha Tahu, Dia Hyang Maha
Bijaksana, Dia Hyang Tidak Tercela, Dia Hyang Maha Bisa, dan Dia Hyang
Maha SegalaNya.
Lalu yang disebut PELAJAR itu siapa?
PELAJAR itu adalah Dia yang Tidak Tahu Apa-apa, Dia yang Tidak Mengerti Apa-apa, Dia yang Tidak Bisa Apa-apa, Dia yang masih Belajar bahkan untuk Belajar Mengajar sekalipun Dia tetap harus Belajar.
Dia yang Tidak Bisa Segalanya WALAUPUN Dia telah Belajar.
JANGAN PERNAH TAKUT dibilang BODOH, dikatai/ dimaki BODOH, karena Sesungguhnya Mereka yang Bodoh Itulah Sejatinya Pelajar.
Mereka yang Menyadari Dirinya Bodoh/ Kurang Paham dan Senantiasa Fokus
pada Pelajaran dari Sang Pengajar adalah Kaum Bijaksana.
Kaum
Bijaksana tidak memiliki Rumusan Prilaku yang mencela Kekurangan
Seseorang Atas Apa yang Hendak Mereka Pelajari dari Sang Pengajar.
Siapa Saja yang Bisa Digolongkan Kaum Bijaksana?
1) Mereka yang Menyadari Kekurangannya/ Ketidaksempurnaan Dirinya dan Menerima Kelebihan dan Kesempurnaan Orang Lain.
2) Mereka Ini Tidak Merasa Lebih Tinggi dari Orang Lain dan Tidak Menganggap Orang Lain Lebih Rendah dari dirinya.
3) Mereka ini Tidak Gila Hormat, Tidak Terikat dengan Sebutan, Gelar,
Pangkat, Kedudukan, Kehormatan, Nama Baik, Keturunan, Kasta, Harta,
Kemasyuran, Ijasah, Nilai, Title, Kesarjanaan, dll yang Sifatnya
Sementara.
4) Mereka yang Senantiasa Memiliki Keselarasan dalam
Berpikir, Berbicara, dan Bertindak atas dasar Sathya (Kebenaran),
Dharma (Kebajikan), Prema (Kasih Sayang), Shanti (Kedamaian) dan Ahimsa
(Tanpa Kekerasan).
5) Mereka yan Selalu Teguh dalam Kesabaran
(Yoga Kshama), Ketabahan (Dama), Ketenangan (Kshama), Kerendahatian
(Akshama/ Pemaaf), Kesopanan yang Santun (Rasa Gama/ Budi Pekerti)
PONDOK KEHENINGAN
@ Ki Dukuh Belog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar