ANANYAS CINTAYANTO MAM, YEJANAH PARYUPASATHE, TESHANITYAM BHIYUKTHA NAM, YOGHAKSHEMAM VAHAMI AHAM. (Bhagavad Geetha IX.22)
Berpikirlah senantiasa kepadaKu,
Bersembah Sujudlah hanya kepadaKu,
Apapun yang engkau BUTUHKAN akan Ku penuhi,
Dan yang engkau MILIKI pasti Ku lindungi.
CATATAN :
BERPIKIRLAH SENANTIASA KEPADA-KU
Artinya : Kita sebagai CiptaanNya adalah wajib hukumnya kalau kita hanya berpikir tentang Sang Pencipta.
Berpikir dalam hal ini tidak semata-mata hanya Berpikir dalam arti sempit, MELAINKAN Berpikir dalam arti lebih luas.
BERSEMBAH SUJUDLAH HANYA KEPADA-KU
Artinya : sebagai ciptaaNya, wajib hukumnya jika kita senantiasa menunjukkan identitas diri sebagai mahluk yang memilik akal dan budi, untuk senantiasa berucap dan berprilaku penuh rasa SYUKUR dengan melakukan YADNYA atau Persembahan yang didasari oleh Ketulusan, Keikhlasan dan Rasa Bhakti.
Persembahkan : Bunga (Puspam), Buah (Phalam), Daun (Pathram), Air (Toyam), Minyak (Gandham) dan Api (dipham/dupam).
BUNGA yang dimaksud adalah Hatimu.
BUAH yang dimaksud adalah Buah perbuatan/ karma baikmu.
DAUN yang dimaksud Daun pikiran baikmu.
AIR yang dimaksud adalah Air Kasih Sayangnya.
MINYAK yang dimaksud adalah Bhakti/ Keyakinanmu.
API yang dimaksud adalah Semangat/ Kesungguhanmu.
APAPUNG YANG ENGKAU "BUTUHKAN" AKAN KU-PENUHI
Yang engkau "Butuhkan" BUKAN yang engkau "Inginkan"?
jadi yang mengatur hidupmu telah membuat batasan berdasarkan pada Tabungan Karma Masa Lalumu dan Usahamu dimasa kehidupan sekarang.
Jika di kehidupan sekarang kita sudah berusaha dengan keras namun toh belum menerima hasil maksimal seperti usaha kita, ya tetap disyukuri KARENA kelebihan dari apa yNg diterima digunakan untuk mencicil utang karma buruk Masa Lalu yang sudah Jatuh Tempo.
Contoh : Anda bekerja 1 hari dan menghasilkan 100.000 tapi yang diterima hanya 10.000 dan yang 90.000 itu hilang karena terjatuh, terselip, tercopet, dicuri, atau harus bayar bengkel karena tak sengaja menyerempet mobil orang dijalan, ditipu, atau bersedekah/ mapunia kepada teman yang lebih membutuhkan, itu artinya ada hutang masa lalu yang sudah jatuh tempo yang harus dibayar lunas atau diangsur.
Jadi Syukuri jangan diambil hati apalagi disesali atau menyumpahi/ memaki dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, jika kita tidak ikhlas maka SEMUA menjadi Balance dan pengorbanan menjadi sia-sia.
Contoh lain lagi :
Anda bekerja keras INGIN punya mobil atau Motor Mewah, karena Sang Pencipta sayang sama Anda lalu dibuatlah anda TERTIPU atau MENGALAMI Peristiwa yang membuat anda tidak bisa mewujudkan keinginan anda punya mobil. Tentu Sang Pencipta punya pertimbangan bahwa mungkin saja Anda belum layak punya mobil karena :
- Penghasilan anda pas-pasan, karena menurut perhitunganNya gaji anda harus 3 kali lipat dari sekarang, maklum biaya perawatan mobil sangat mahal, jangan sampai karena mobil anda ribut dengan istri, uang dapur diciutkan, biaya sekolah anak, sedekah kepada orang yang tak mampu, punia ke Mrajan, ke pura atau panti asuhan terpakai.
- jadi sombong lalu meninggalkan Nya sibuk pamer ke orang-orang bahwa punya mobil baru, akhirnya terikat Zone Nyaman, mulai kena isu / pengaruh negatif seperti tergoda untuk NGEBOS atau ke Cafe...dll.
APAPUN YANG ENGKAU MILIKI PASTI KU-LINDUNGI
Sesungguhnya kita lahir ke dunia tidak bawa sehelai benangpun ke dunia ini, lantas apa yang kita miliki kok Sang Pencipta sampai berjanji akan.melindungi milik kita.
KEKAYAAN kita hanya SATU yakni KARMA WASANA baik atau buruk.
Dalam Hukum Kerja atau yang kita kenal dengan Hukum Karma atau lebih dikenal dengan Hukum Sebab dan Akibat hasil/buah perbuatan baik atau buruk seseorang tidak bisa dicuri oleh siapapun, dan harus dibayar sampai lunas. Jadi inilah yang dilindungi oleh Hyang Maha Kuasa.
Selain itu akumulasi anugrah yang anda miliki yang dihasilkan oleh suatu perbuatan anda diluar untuk menjalani KARMA WASANA itu tetap dalam Kuasa Perlindungan nya. Contoh : Berpuasa, Melakukan Pelayanan, Menempuh Perjalanan Suci, dll.
Segala kekurangan atas penjelasan dan kupasan dari Sloka ini saya minta maaf.
Klungkung Semarapura, Kirang Langkung Tityang Nunas Sinampura.
Berpikirlah senantiasa kepadaKu,
Bersembah Sujudlah hanya kepadaKu,
Apapun yang engkau BUTUHKAN akan Ku penuhi,
Dan yang engkau MILIKI pasti Ku lindungi.
CATATAN :
BERPIKIRLAH SENANTIASA KEPADA-KU
Artinya : Kita sebagai CiptaanNya adalah wajib hukumnya kalau kita hanya berpikir tentang Sang Pencipta.
Berpikir dalam hal ini tidak semata-mata hanya Berpikir dalam arti sempit, MELAINKAN Berpikir dalam arti lebih luas.
Berpikir dengan senantiasa melibatkan Hati maka akan melahirkan Ucapan
yang berdasarkan Hati pula, Berpikir dan Berucap berdasarkan Hati juga
akan menghasilkan Tindakan yang berdasarkan Hati pula.
Bertindak atau Berbuat atau Berkarya berdasarkan Hati akan melahirkan Karsa (Karya Rasa).
Mereka yang senantiasa memiliki Karsa (Karya Rasa) tentunya memahami bahwa apapun didunia ini ada karena adanya Roh Seni Sang Hyang Pencipta yang bernama Wirasa.
Mereka yang senantiasa memiliki Karsa (Karya Rasa) tentunya memahami bahwa apapun didunia ini ada karena adanya Roh Seni Sang Hyang Pencipta yang bernama Wirasa.
BERSEMBAH SUJUDLAH HANYA KEPADA-KU
Artinya : sebagai ciptaaNya, wajib hukumnya jika kita senantiasa menunjukkan identitas diri sebagai mahluk yang memilik akal dan budi, untuk senantiasa berucap dan berprilaku penuh rasa SYUKUR dengan melakukan YADNYA atau Persembahan yang didasari oleh Ketulusan, Keikhlasan dan Rasa Bhakti.
Persembahkan : Bunga (Puspam), Buah (Phalam), Daun (Pathram), Air (Toyam), Minyak (Gandham) dan Api (dipham/dupam).
BUNGA yang dimaksud adalah Hatimu.
BUAH yang dimaksud adalah Buah perbuatan/ karma baikmu.
DAUN yang dimaksud Daun pikiran baikmu.
AIR yang dimaksud adalah Air Kasih Sayangnya.
MINYAK yang dimaksud adalah Bhakti/ Keyakinanmu.
API yang dimaksud adalah Semangat/ Kesungguhanmu.
APAPUNG YANG ENGKAU "BUTUHKAN" AKAN KU-PENUHI
Yang engkau "Butuhkan" BUKAN yang engkau "Inginkan"?
jadi yang mengatur hidupmu telah membuat batasan berdasarkan pada Tabungan Karma Masa Lalumu dan Usahamu dimasa kehidupan sekarang.
Jika di kehidupan sekarang kita sudah berusaha dengan keras namun toh belum menerima hasil maksimal seperti usaha kita, ya tetap disyukuri KARENA kelebihan dari apa yNg diterima digunakan untuk mencicil utang karma buruk Masa Lalu yang sudah Jatuh Tempo.
Contoh : Anda bekerja 1 hari dan menghasilkan 100.000 tapi yang diterima hanya 10.000 dan yang 90.000 itu hilang karena terjatuh, terselip, tercopet, dicuri, atau harus bayar bengkel karena tak sengaja menyerempet mobil orang dijalan, ditipu, atau bersedekah/ mapunia kepada teman yang lebih membutuhkan, itu artinya ada hutang masa lalu yang sudah jatuh tempo yang harus dibayar lunas atau diangsur.
Jadi Syukuri jangan diambil hati apalagi disesali atau menyumpahi/ memaki dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, jika kita tidak ikhlas maka SEMUA menjadi Balance dan pengorbanan menjadi sia-sia.
Contoh lain lagi :
Anda bekerja keras INGIN punya mobil atau Motor Mewah, karena Sang Pencipta sayang sama Anda lalu dibuatlah anda TERTIPU atau MENGALAMI Peristiwa yang membuat anda tidak bisa mewujudkan keinginan anda punya mobil. Tentu Sang Pencipta punya pertimbangan bahwa mungkin saja Anda belum layak punya mobil karena :
- Penghasilan anda pas-pasan, karena menurut perhitunganNya gaji anda harus 3 kali lipat dari sekarang, maklum biaya perawatan mobil sangat mahal, jangan sampai karena mobil anda ribut dengan istri, uang dapur diciutkan, biaya sekolah anak, sedekah kepada orang yang tak mampu, punia ke Mrajan, ke pura atau panti asuhan terpakai.
- jadi sombong lalu meninggalkan Nya sibuk pamer ke orang-orang bahwa punya mobil baru, akhirnya terikat Zone Nyaman, mulai kena isu / pengaruh negatif seperti tergoda untuk NGEBOS atau ke Cafe...dll.
APAPUN YANG ENGKAU MILIKI PASTI KU-LINDUNGI
Sesungguhnya kita lahir ke dunia tidak bawa sehelai benangpun ke dunia ini, lantas apa yang kita miliki kok Sang Pencipta sampai berjanji akan.melindungi milik kita.
KEKAYAAN kita hanya SATU yakni KARMA WASANA baik atau buruk.
Dalam Hukum Kerja atau yang kita kenal dengan Hukum Karma atau lebih dikenal dengan Hukum Sebab dan Akibat hasil/buah perbuatan baik atau buruk seseorang tidak bisa dicuri oleh siapapun, dan harus dibayar sampai lunas. Jadi inilah yang dilindungi oleh Hyang Maha Kuasa.
Selain itu akumulasi anugrah yang anda miliki yang dihasilkan oleh suatu perbuatan anda diluar untuk menjalani KARMA WASANA itu tetap dalam Kuasa Perlindungan nya. Contoh : Berpuasa, Melakukan Pelayanan, Menempuh Perjalanan Suci, dll.
Segala kekurangan atas penjelasan dan kupasan dari Sloka ini saya minta maaf.
Klungkung Semarapura, Kirang Langkung Tityang Nunas Sinampura.
Pondok Keheningan
10 Januari 2015
Ki Dukuh Belog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar