" Ah saya pikir Anda Pelaku Spiritual, Oh ternyata Penganut Agama toh.."
~ PENGANUT AGAMA Memiliki Jarak Pandang yang Terbatas atas Segala yang
dipandangnya. Hanya sebatas mata memandang. Tidak Lebih. PELAKU
SPIRITUAL Memiliki Jarak Pandang Tanpa Batas, Sejauh Cakrawala, Sedalam
Hati, Selebar Samudra, Seluas Jagat Raya.
~ PENGANUT AGAMA akan menempatkan perbedaan diantara persamaan dan
persamaan diantara perbedaan. PELAKU SPIRITUAL adalah menyelaraskan
Perbedaan dengan persamaan dan Persamaan dengan perbedaan sehingga
terjadi sinergitas didalamnya.
~ PENGANUT AGAMA hanya menempatkan
Kitab Suci & Lontar, Catatan Tertulis Asli sebagai buku referensi
untuk pegangan bahwa itu adalah Kebenaran yang PALING wajib diyakini dan
dipatuhi. PELAKU SPIRITUAL tidak hanya menyakini Kitab Suci Tertulis
Saja JUGA Kitab Suci Tanpa Tulis yang bertebaran di alam semesta dan
Juga yang ada Dikedalaman Hatinya. Bagi Pelaku Spiritual KESELARASAN
adalah hal paling utama yang menjadi Tujuan dalam Lakunya. Keselarasan
adalah Harta Hakiki yang hanya terlahir dari Olah Rasa dan Olah Rasa
hanya dapat dicapai melalui Pendalaman, KEMUDIAN Pendalaman hanya bisa
dilakukan dengan Menyelam lebih kedalam BUKAN Pengalaman Berenang-renang
di PERMUKAAN SAJA.
~ PENGANUT AGAMA terlalu kaku untuk menerima
atau saat lahir perbedaan bahkan di antara mereka. PELAKU SPIRITUAL
sangat fleksibel menerima perbedaan bahkan dengan orang lain diluar
mereka. Bagi Pelaku Spiritual Harmoni dan Cinta Kasih jauh lebih penting
dari segala Hal yang berkaitan dengan Arti Kehadirannya dalam Hidup di
Alam Semesta.
~ PENGANUT AGAMA akan sulit sekali mencapai puncak
perjalanan yakni KEBEBASAN dari PENGARUH DUALITAS karena berada diluar
KESELARASAN. PENGANUT SPIRITUAL lebih mudah mencapai KEBEBASAN atas
PENGARUH DUALITAS bila telah berada dalan KESELARASAN.
CATATAN :
=> DUALITAS keadaan yang berbeda dan saling mempengaruhi, Contoh : Suka dan Duka, Benci dan Sayang, Positif dan Negatif, dll.
=>
SPIRITUAL yang dapat mencapai atau berada dalam Keselarasan adalah yang
Menempatkan Harmoni dan Cinta Kasih sebagai dasar Lakunya. HATI-HATI di
luar banyak JENIS LAKU yang menamakan diri SPIRITUAL karena Pengertian
SPIRITUAL adalah SPIRIT (Keyakinan) dan RITUAL (yang dilakukan).
=> Keseimbangan itu BERBEDA dengan Keselarasan. Keseimbangan itu
Tahapan sebelum Tercapainya Keselarasan. Hanya Keselarasan yang dapat
Bersinergi dengan Ciptaan dan Sang Pencipta.
PONDOK KEHENINGAN
26 02 2017
Ki Dukuh Belog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar