Kamis, 02 Maret 2017

Penganut Agama VS Pelaku Spiritual (085)

PENGANUT AGAMA VS PELAKU SPIRITUAL

" Ah saya pikir Anda Pelaku Spiritual, Oh ternyata Penganut Agama toh.."

~ PENGANUT AGAMA Memiliki Jarak Pandang yang Terbatas atas Segala yang dipandangnya. Hanya sebatas mata memandang. Tidak Lebih. PELAKU SPIRITUAL Memiliki Jarak Pandang Tanpa Batas, Sejauh Cakrawala, Sedalam Hati, Selebar Samudra, Seluas Jagat Raya. 

~ PENGANUT AGAMA akan menempatkan perbedaan diantara persamaan dan persamaan diantara perbedaan. PELAKU SPIRITUAL adalah menyelaraskan Perbedaan dengan persamaan dan Persamaan dengan perbedaan sehingga terjadi sinergitas didalamnya.

~ PENGANUT AGAMA hanya menempatkan Kitab Suci & Lontar, Catatan Tertulis Asli sebagai buku referensi untuk pegangan bahwa itu adalah Kebenaran yang PALING wajib diyakini dan dipatuhi. PELAKU SPIRITUAL tidak hanya menyakini Kitab Suci Tertulis Saja JUGA Kitab Suci Tanpa Tulis yang bertebaran di alam semesta dan Juga yang ada Dikedalaman Hatinya. Bagi Pelaku Spiritual KESELARASAN adalah hal paling utama yang menjadi Tujuan dalam Lakunya. Keselarasan adalah Harta Hakiki yang hanya terlahir dari Olah Rasa dan Olah Rasa hanya dapat dicapai melalui Pendalaman, KEMUDIAN Pendalaman hanya bisa dilakukan dengan Menyelam lebih kedalam BUKAN Pengalaman Berenang-renang di PERMUKAAN SAJA.

~ PENGANUT AGAMA terlalu kaku untuk menerima atau saat lahir perbedaan bahkan di antara mereka. PELAKU SPIRITUAL sangat fleksibel menerima perbedaan bahkan dengan orang lain diluar mereka. Bagi Pelaku Spiritual Harmoni dan Cinta Kasih jauh lebih penting dari segala Hal yang berkaitan dengan Arti Kehadirannya dalam Hidup di Alam Semesta.

~ PENGANUT AGAMA akan sulit sekali mencapai puncak perjalanan yakni KEBEBASAN dari PENGARUH DUALITAS karena berada diluar KESELARASAN. PENGANUT SPIRITUAL lebih mudah mencapai KEBEBASAN atas PENGARUH DUALITAS bila telah berada dalan KESELARASAN. 

CATATAN :

=> DUALITAS keadaan yang berbeda dan saling mempengaruhi, Contoh : Suka dan Duka, Benci dan Sayang, Positif dan Negatif, dll.

=> SPIRITUAL yang dapat mencapai atau berada dalam Keselarasan adalah yang Menempatkan Harmoni dan Cinta Kasih sebagai dasar Lakunya. HATI-HATI di luar banyak JENIS LAKU yang menamakan diri SPIRITUAL karena Pengertian SPIRITUAL adalah SPIRIT (Keyakinan) dan RITUAL (yang dilakukan).

=> Keseimbangan itu BERBEDA dengan Keselarasan. Keseimbangan itu Tahapan sebelum Tercapainya Keselarasan. Hanya Keselarasan yang dapat Bersinergi dengan Ciptaan dan Sang Pencipta.

PONDOK KEHENINGAN
26 02 2017
Ki Dukuh Belog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar