Suatu ketika seorang
manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan
berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka
dan Surga itu”.
Kemudian Tuhan
membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian
membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja
bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang
beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air
liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak
sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok
yang terikat pada tangan masing-masing.
Sendok tersebut cukup
panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang
lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat
mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.
Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.
Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA” Lalu mereka menuju ke pintu
kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang
kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama.
Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.
Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.
Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang
terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat
lebih bergembira ?” Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang
dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”
"Perhatikan bahwa ORANG-ORANG ini dengan IKHLAS MENYUAPI orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang / suka MENOLONG, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”
Pondok Keheningan
1 Agustus 2016
Ki Dukuh Belog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar