Selasa, 21 Februari 2017

Yadnya Media Api (058)

ESENSI KEBENARAN TENTANG PERANAN YADNYA DENGAN SUBJEK DAN OBJEK API

AGNI HOTRA, HOMA YADNYA, API TAKEP, API ASEP dlan Api Dupa adalah Sama dalam Esensi. YAKNI OLEH, DARI DAN UNTUK BRAHMAN.

AGNI HOTRA seyognyanya dilakukan Oleh, Dari dan Pada Diri Sendiri.

Persembahkan Buah Perbuatan baikmu,
Daun Pikiran Bijakmu,


Bunga Kasih Sayang dan Pengabdianmu,


Api Bhakti dan Ketulusanmu,


Minyak Penyerahan diri dan Ketidak Terikatanmu


HANYA KEPADA BRAHMAN yang bersemayam dalam dirimu yang dalam wujud ATMAN (BRAHMAN terdiri dari Parama Atma (Bhuana Agung/ Makrokosmos) dan Atma (Bhuana Alit/ Mikrokosmos).

Brahmarphanam Brahmarhavhir,
Brahmaghnau Brahmanahutham,
Brahmevathena Ghantavyam,
Brahmakarma Samadhinah.

Artinya :
Yang diciptakan adalah Brahman
Dipersembahkan Oleh Brahman
Kepada Brahman
Dan Akhirnya kembali menjadi Brahman

(Aham Bhraman Ashmi = Saya adalah Brahman)

Didalam Wedha disebutkan tentang Catur Brata Ashrama.

Catur Bhrata Ashrama terdiri dari :

1) Brahma Acharya/ Brahmacari (Pelajar / Siswa/ Vikas)

BHRAHMA ACHARYA DIGOLONGKAN :
A) Brahmacari Ghrahasta (Aparavidya/Ilmu Materi terapan bersifat duniawi) untuk memasuki Ashrama Ghrahasta.

B) Brahmacari Bhiksuka (Paravidya/Pengetahuan Rohani untuk Menuju pada Jalan Keabadian/ Sanathana Dharma/ Moksa)

2) Ghrahasta (Berkeluarga/ Berumah Tangga)
Di Ashrama ini Ilmu yang didapat saat belajar sebagai Brahmacari Ghrahasta diterapkan untuk menjalankan Generator Kehidupan sebagai Anggota Keluarga. Yang berperan sebagai ayah maka dia harus berlaku sebagai kepala keluarga dengan segala tanggung jawabnya. Yang berperan sebagai Ibu dia harus mampu menjadi wakil Kepala Keluarga dalam menghasuh anak dan menyiapkan segala kepeluan rumah tangga. Anak anak tugasnya bermain dan belajar.

3) Wanaphrastha (Melepaskan Keterikatan Duniawi dan Fokus menerapkan Pengetahuan Rohani (Brahmacari Bhiksuka) yang diperoleh saat belajar ketika menjadi Brahma Acarya. Didalam ashrama ini kita akan mendapatkan ujian atas pengetahuan kita pada Panca Sradha. Disinilah kita diproses dari Batu Alam menjadi Permata yang tak ternilai (Bhiksuka).

4) Bhiksuka (Tidak Terikat oleh Badan atau Suka dan Duka). 
Penuh penyerahan diri hanya kepada Hyang Maha Kuasa tanpa Syarat.
Didalam Ashrama ini diajarkan untuk mencapai Moksha yang sejati yakni Tidak ada hal yang paling membahagiakan selain bisa Menyatu denganNya dan Tidak Terlahir Kembali kedunia selain sebagai AlatNya yang tidak terikat oleh pengaruh Hukum Sebab Akibat.

CATATAN :
ASHRAMA 1 dan 2 Belumlah pas membaca Kitab Sarassamuschaya karena Kitab ini merupakan Mutiara Rohani seorang Brahma Rsi (Bukan Bhrama Acharya atau Ghrahasta Ashrama).
Ampura dumogi Pengetahuan niki dapat berguna lan melengkapi pengetahuan Semeton Grup sami, Ampura Tityang nenten bermaksud NASIKIN Segara para Angga, Para Guru lan Pinisepuh driki. Tityang Wantah Nak Belog Ngodog. Rahayu

PONDOK KEHENINGAN
20 Agustus 2016
(c) Ki Belog Ngodog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar